Makassar, Staialbayan.ac.id — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Bayan Hidayatullah Makassar turut berpartisipasi dalam Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 melalui delegasi dosen. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema “Strengthening Islamic Finance Ecosystem to Advance Sustainable Halal Economic Growth”, forum berskala nasional ini mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri keuangan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekosistem keuangan syariah dan pengembangan ekonomi halal yang berkelanjutan.
Keikutsertaan dosen STAI Al-Bayan dalam forum strategis ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkaya perspektif keilmuan terkait perkembangan industri keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya membangun ekosistem keuangan dan keuangan sosial syariah yang terintegrasi.
Menurutnya, pengembangan industri keuangan syariah membutuhkan penguatan kelembagaan, inovasi produk, pengembangan talenta, serta harmonisasi kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah melalui program Syariah First.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan industri keuangan syariah di Sulawesi Selatan.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah STAI Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Imaniar Nur Fajriani S., S.E., M.E., menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum nasional tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan kapasitas akademik perguruan tinggi.
“Bagi STAI Al-Bayan Hidayatullah Makassar, keikutsertaan dalam kegiatan akademik dan forum strategis nasional seperti ini merupakan salah satu bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia perguruan tinggi. Selain itu, pengalaman dan wawasan yang diperoleh diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa partisipasi akademisi dalam forum tersebut juga merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi umat dan bangsa.
Melalui keikutsertaan dalam IIFS 2026, STAI Al-Bayan Hidayatullah Makassar diharapkan semakin memperkuat peran akademisi dalam merespons dinamika industri keuangan syariah, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi halal di masa depan.
(Ed)

